Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Transfer Antar Bank Gratis

Dita Anggraeni telah 2 tahun ini menggunakan salah satunya program transfer antarbank gratis. Pemilik dari 2 tipe usaha jual-beli online, Dita akui benar-benar tertolong dengan kedatangan startup mode ini. Customer yang punyai tipe rekening berlainan dapat memakai linkqu tak perlu dikenai ongkos transfer. Kegiatan perbankan seperti kembalikan dana customer tidak perlu menggunting keuntungannya sebagai penjual toko online. "Sejauh ini aman saja, dahulu pernah terkena debit 2x dan langsung dibalikkan." 

Transfer Antar Bank Gratis


Saat lakukan transaksi bisnis transfer antarbank, nasabah bank biasanya akan dikenai ongkos administrasi sejumlah Rp5.000-6.500 per transaksi bisnis. Bank BCA, Berdikari, BNI terhitung contoh perbankan yang mengambil biaya Rp6.500 untuk transaksi bisnis transfer antara bank. Sementara Bank seperti CIMB Niaga mengaplikasikan biaya Rp6.500 untuk transfer lewat ATM Bersama-sama dan Sempurna dan Rp5.000 untuk transfer kliring. Jumlah yang lumayan besar jika transaksi bisnis dilaksanakan berulang-kali. Kegelisahan ini selanjutnya diamankan sebagai kesempatan usaha oleh sebagian orang dengan membuat basis transfer antarbank gratis. Umumnya proses transfernya memerlukan waktu 20 menit. Indonesia telah mempunyai beberapa startup yang memayungi kegiatan itu. 

Salah satunya yaitu linkqu.id. linkqu sekarang ini sudah menampung transfer antara sepuluh bank besar Indonesia, yaitu BCA, BNI, BNI Syariah, BRI, CIMB, CIMB Syariah, Berdikari, Berdikari Syariah, dan Muamalat, dan BTPN Genius. Pemakai perseorangan linkqu dapat lakukan transfer gratis antarbank dengan limit optimal Rp5 juta setiap hari. Tetapi, jika melewati batasan itu akan dikenai ongkos Rp2.500 per transaksi bisnis. Saat itu, untuk pemakai dari perusahaan, linkqu membebankan ongkos sejumlah Rp3.500 per transaksi bisnis. Di sini lah sela keuntungan dari pengurus program seperti ini. "Kalaulah ada ongkos itu tetap  lebih murah dibandingkan administrasi transfer secara umum. Kita mengambil untungnya disana," terang Rafi Putra Arriyan, Co Founder linkqu.id ke Tirto.

Di barisan basis ke-2  ada service model situs namanya Shiv. Dia mempunyai limit transfer lebih kecil dari linkqu, yaitu Rp2 juta setiap hari. Tetapi, langkah kerjanya sama dengan linkqu.id. Tiap transaksi bisnis dari pengirim akan melalui rekening mediator baru dilanjutkan ke rekening yang menerima. Saat sebelum lakukan transfer, pemakai lebih dahulu harus isi info tentang tipe bank pengirim dan bank arah dan nomor rekening arah. 

Seterusnya mereka akan dikasih balasan rekening bank punya mediator yang semacam dengan rekening punya pengirim. Sesudah pengirim lakukan transfer ke bank semacam punya mediator. Lantas transfer dilaksanakan oleh mediator memakai uang talangan di rekening bank semacam punya yang menerima. Secara singkat, sebagai basis mediator, linkqu atau Shiv harus punyai banyak rekening untuk "dipinjamkan" pemakainya. Inilah sebagai dasar kenapa ongkos transfer antarbank dapat tidak dikenakan ongkos, dengan manfaatkan pengangkutan transfer sama-sama bank. 

Disamping itu ada Payfazz, IPOTPAY, dan bebasbayar.com sebagai basis keuangan dengan mekanisme kerja seperti dompet electronic. Mereka memberikan fasilitas aktivitas pembayaran faksi ke-3  yang menyambungkan transaksi bisnis bussiness to customers s/d bussiness to bussiness. Pemakainya bisa lakukan isi ulangi secara tunai dan menggunakan dompetnya untuk lakukan transfer antarbank, bayar macam bill seperti listrik, PAM, telephone dan yang lain. Beberapa bank konservatif seperti BTPN genius dan Digibank juga memberinya service sama.


Bagaimana keamanannya? Ada satu pertanyaan yang ada saat ketahui platform-platform itu bertindak selaku faksi ke-3  yang melanjutkan kegiatan transfer dana pelanggan, yakni ihwal keamanan data dan agunan uang nasabah masih tetap aman. Rafi Putra Arriyan atau Arri dari linkqu mengeklaim basis aplikasinya aman dari kebocoran data. Tiap 6 bulan sekali, linkqu khusus sewa hacker-hacker unggul untuk mengetes ketahanan mekanismenya. Mereka akan memberikan info tentang celah-celah prospektif kebocoran data. Disamping itu mereka dengan teratur memberikan laporan mekanisme dan operasional ke Bank Indonesia. Semua peralihan uang, terjadi dalam mekanisme bank. Sementara data individual mereka memakai enkripsi AES-128 hingga tidak bisa dibaca oleh faksi luar. AES sebagai salah satunya alogaritma paling populer yang dipakai dalam kriptografi kunci simetrik. Sementara komunikasi antara server juga dienkripsi dengan SSL, prosedur keamanan yang umum dipakai oleh browser saat mengirimi info rahasia seperti data kartu credit, username, dan sandi. Ke-2 nya berkekuatan proses enkripsi benar-benar kuat. linkqu jadi salah satu basis transfer antara bank gratis yang telah mendapatkan lisensi Bank Indonesia semenjak 4 Oktober 2016 bernomor ijin 18/189/DKSP/68. Awalnya, pada April 2016, mereka telah berkedudukan sebagai Perusahaan Terbatas (PT) linkqutech Lentera Ide Pertiwi.


Proses perusahaan mediator transfer uang seperti linkqu tidak gampang untuk memperoleh ijin dari Bank Indonesia (BI). Apa lagi saat pertama ajukan registrasi di BI. Mereka harus membuat seperti "skripsi" berkenaan linkqu sebagai persyaratan ijin BI. Service program ini alami kesusahan karena digolongkan sebagai perusahaan transfer dana/emiten. Kantor Pos dan Western Union ialah contoh perusahaan yang masuk kelompok itu. Dalam ketentuan BI sebelumnya, saat sebelum lakukan transfer perusahaan harus mengonfirmasi pengirim langsung (bertemu muka). Untuk mendapatkan ijin, basis seperti linkqu harus ikuti ketentuan main BI, mengonfirmasi pemakainya yang banyak datang dari luar kota dan pulau. Pada 2017 BI keluarkan ketentuan klarifikasi online untuk startup semacam. Ketentuan itu sekalian jadi dasar BI dalam memantau startup-startup seperti linkqu. "Kami memang meminta sesudah linkqu, proses klarifikasi ke lainnya tetap harus dilaksanakan dengan standard yang serupa." Ketua Indonesia e-Commerce Association (idEA) sektor Ekonomi Usaha, Ignatius Untung memberinya penglihatan langkah berbisnis yang aman walau memakai jasa faksi ke-3 . Pokoknya, pemakai cukup dapat memercayai jasa itu saat lagi tercatat di OJK atau BI. "Sesimpel itu, karena kan laporan keuangannya juga pasti dipantau. Jika tidak tercatat, ia dapat wanprestasi, bisa saja uangnya tidak dilanjutkan ke yang menerima," ucapnya ke Tirto. Munculnya beragam startup dengan semua servicenya memperlihatkan jika semua service bank yang dipandang telah mapan ternyata tetap memberikan kesempatan untuk pengembang program memperoleh kesempatan dari jasa mediator pengangkutan uang.


Posting Komentar untuk "Transfer Antar Bank Gratis"